Tutorial Adobe Premiere Cs3 Pemula

12/05
38

Tutorial Adobe Premiere Cs3 Pemula

Posted in:

Foto-foto artis seperti Sandra Dewi & Nia Ramadhani, yang banyak beredar di Internet dibuat dengan Adobe Phostoshop. Hasil gambar olahan Adobe Photoshop ini juga banyak dilihat di berbagai website, brosur, koran, majalah, dan media lainnya.

Adobe Photoshop adalah software pengolah gambar yang sangat powerfull dengan segala fasilitasnya. Saat ini Adobe telah mengeluarkan Adobe Photoshop CS3 yang lebih powerfull. Versi sebelumnya, yaitu Adobe Photoshop CS2, Adobe Photoshop CS, dan Adobe Photoshop 7, masih sering dipakai untuk komputer lama (pentium 3 ke bawah). Tutorial Adobe Photoshop ini dibagi dalam 6 Bab. Apa itu Adobe Photoshop? Download Doom 3 Resurrection Of Evil Pc Iso Emulator.

Adobe Photoshop CS3 is a popular image editing software that provides a work environment consistent with Adobe Illustrator, Adobe InDesign, Adobe ImageReady, and other products in the Adobe Creative Suite. This tutorial is an introduction to using. Adobe Photoshop. Here you will learn how to get started, how to use. Tutorial adobe photoshop cs3 bahasa indonesia pdf free effects tutorials. Indonesia, pemula, photoshop tutorial indonesia cs6, photoshop tutorial. Adobe photoshop elements 12 layers tutorial serial fireworks cs4 yahoo respostas Tutorial adobe premiere pro cs3 pdf bahasa indonesia mac os x lion 10.7 iso x ocr.

Tutorial Adobe Premiere Cs3 Pemula

Automotive Sensors John Turner Pdf To Excel. Adobe Photoshop adalah software pengolah gambar yang sangat powerfull dengan segala fasilitasnya. Hasil gambar olah dengan Adobe Photoshop ini banyak dilihat di berbagai website, brosur, koran, majalah, dan media lainnya. Mengenal Area Kerja Jalankan kemudian pilih menu File ->Open. Kemudian pilih buka gambar apa saja.

Sebagai contoh di buka gambar zhaow.jpg yang ada pada CD Tutorial bagian BAB I (lihat gambar 1.1). Seringkali letak tool-tool (palette) Adobe Photoshop sudah berubah dimodifikasi oleh pengguna sebelumnya. Untuk mengembalikan letak palette ini gunakan menu Windows ->Workspace ->Reset Palette Location. Area kerja Adobe Photoshop dapat dilihat pada gambar 1.1, yaitu: A: Menu Bar, berisi perintah utama untuk membuka file, save, mengubah ukuran gambar, filter dan lain-lain. B: Option, berisi pilihan dari tool yang Anda pilih. Misalnya dipilih kuas/brush, maka ukuran/diameter brush ada di sini.

C: Gambar, menampilkan gambar yang sedang dibuat atau diedit. D: Pallete Well, cara cepat untuk mengakses palet brushes, tool resets dan Layer Comps. Juga dapat digunakan untuk meletakkan palet yang sering digunakan. E: Toolbox, berisi tool untuk menyeleksi dan memodifikasi gambar. F: Palette, berisi jendela-jendela kecil yang di dalamnya terdapat perintah dan pilihan untuk dokumen/gambar yang sedang dikerjakan. Praktek Bab 1 1.3.1. Membuka dokumen dan membuat duplikat dokumen Untuk membuka gambar gunakan menu File ->Open, sedangkan untuk membuat duplikat gambar gunakan menu Image ->Duplicate.

Mengubah ukuran gambar dan kanvas Jika ukuran gambar diubah, maka gambar akan membesar atau mengecil, lakukan dengan menu Image ->Image Size. Jika ukuran kanvas diubah, maka ukuran gambar tetap, akan ada kertas putih di sekeliling gambar, lakukan dengan menu Image ->Canvas Size. Mencoba ToolBox Cobalah tool-tool pada ToolBox, satu persatu akan dibahas pada bab berikutnya. Coba klik kanan pada tool yang memiliki segitiga di bagian kanan bawah untuk memilih tool yang tersembunyi. Mencerminkan dan Memutar Gambar Cobalah menu Image ->Rotate Canvas ->Flip Canvas Vertikal, Image ->Rotate Canvas ->Flip Canvas Horisontal. Untuk memutar gambar, pilih menu Image ->Rotate Canvas ->pilih sudut yang dikehendaki. Undo Undo digunakan untuk membatalkan perintah terakhir, tekan Alt+Ctrl+Z, atau gunakan pallete history.

Memindahkan gambar ke dokumen lain Untuk memindahkan gambar gunakan Move Tool. Save for web Gunakan menu File ->Save for Web untuk menghasilkan gambar dengan ukuran kecil yang biasa digunakan pada web site. Menyeleksi Gambar Menyeleksi berarti memilih bagian tertentu dari gambar. Dengan seleksi kita dapat mengcopy, mengubah, menggeser, atau menambahkan efek kepada bagian yang terseleksi tanpa mempengaruhi bagian lain. Ada tiga cara menyeleksi yaitu. • Normal, memiliki pinggiran yang tajam.

• Feather, memiliki pinggiran yang halus atau kabur. Tool-tool yang lain 2.3. Praktek Bab II 2.3.1. Rectangular Marquee Tool Gunakan rectangular marquee tool untuk memotong gambar dalam bentuk kotak. Gunakan menu Select ->Transform Selection untuk mengubah seleksi dan menu Select ->Feather untuk mengatur ketajaman pinggiran potongan. Elliptical Marquee Tool Digunakan untuk membuat seleksi elips atau lingkaran. Anda dapat menggunakan Select ->Transform Selection (atau klik kanan) untuk mengubah bidang yang mau diseleksi.

Gunakan menu Select ->Feather untuk mengatur ketajaman tepi gambar. Gunakan Select ->Inverse untuk membalik seleksi. Lasso Tool Seleksi ini digunakan untuk menyeleksi bentuk bebas dengan mouse. Polygonal Lasso Tool Polygonal Lasso Tool digunakan untuk menyeleksi gambar yang memiliki tepi garis lurus, misalnya piramida pada gambar 2.5.

Jika tombol Alt ditekan maka Polygonal Lasso Tool akan berfungsi seperti Lasso Tool biasa. Contoh gambar hasil seleksi piramida diperkecil dan diletakkan pada sudut kanan bawah. Magnetic Lasso Tool Magnetic Lasso Tool penggunaanya cukup mudah, karena dengan tool ini seleksi gambar akan secara otomatis membuat garis seleksi pada gambar yang berwarna kontras. Magic Wand Tool Magic wand tool akan menyeleksi gambar yang memiliki warna sama. Crop Tool Crop tool digunakan untuk menghilangkan bagian yang tidak diseleksi. Contoh penggunaanya di sini digunakan untuk memperbaiki hasil scan yang miring. Healing Brush Tool Healing Brush Tool digunakan untuk memperbaiki gambar pada bagian tertentu.

Aktifkan tool ini, kemudian tekan Alt + Klik pada objek pada bagian yang tidak berkeriput, kemudian klik pada bagian yang keriputnya ingin dihilangkan. Spot Healing Brush Tool Spot Healing Brush Tool digunakan untuk memperbaiki kerusakan gambar. Di sini Anda tidak perlu menentukan area yang akan digunakan sebagai patokan, karena akan secara otomatis terpilih dari area di sekitarnya.

Misalnya digunakan untuk menghilangkan keretakan pada patung seperti pada gambar 2.10. Tool ini merupakan tool baru pada yang tidak ada pada versi sebelumnya. Patch Tool Patch Tool digunakan untuk memperbaiki gambar. Tool ini dibuat dengan cara membuat selection dengan mouse atau dengan menahan tombol ALT untuk menghasilkan bentuk poligonal.

Selanjutnya drag ke daerah yang akan dijadikan patokan perbaikan. Red Eye Tool Red Eye Tool digunakan untuk memperbaiki warna merah pada mata. Clone Stamp Tool Clone Stamp Tool digunakan untuk membuat duplikat area pada gambar, atau yang disebut cloning. Tekan ALT pada objek yang akan dikloning, kemudian gunakan mouse pada area tempat objek baru mau diletakkan. Background Eraser Tool Tool ini digunakan untuk menghapus background yang memiliki kemiripan warna.

Misalnya digunakan untuk menghapus background langit pada gambar kupu-kupu. Magic Eraser Tool Seperti Background Eraser Tool, tool ini akan menghapus area dengan warna sama, namun efeknya adalah ke seluruh gambar, bukan hanya area yang diklik. Color Replacement Tool Color Replacement Tool akan mengubah warna gambar tanpa mengubah bentuk dari gambar tersebut.

Tool ini akan secara otomatis hanya mengubah area dengan warna sama menjadi warna lain yang dikehendaki. Blur, Sharpen, dan Smugde Tool Blur Tool digunakan untuk mengaburkan area. Misalnya digunakan untuk menghilangkan bintik-bintik pada wajah. Sharpen Tool merupakan kebalikan dari Blur Tool. Dengan Sharpen Tool, gambar akan menjadi lebih tajam.

Smugde Tool digunakan untuk mengubah bentuk gambar dengan cara drag mouse. Dogde, Burn, dan Sponge Tool Dogde Tool digunakan untuk membuat area menjadi lebih terang. Burn Tool digunakan untuk mempergelap area. Spong Tool digunakan untuk mencerahkan (saturate) atau mengurangi warna (desaturate). Sekilas mengenai warna Warna apapun dapat dinyatakan dalam tiga warna dasar (RGB) yaitu merah, hijau, dan biru. Cara menyatakan warna yang lain adalah dengan mode HSL yaitu Hue, Saturation, dan Lightness.

Mode lain adalah CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black). Pada bab ini akan dibahas mengenai permainan warna, mulai dari mengatur latar belakang gambar, membuat gradient, mengatur brightness & contrast, dan masih banyak lagi tool-tool yang menarik. Pada subbab selanjutnya Anda dapat langsung praktek dengan didampingi instruktur. Paint Bucket Tool Paint Bucket Tool digunakan untuk mengganti background yang memiliki warna sama atau mirip. Background dapat diganti dengan pattern.

Gradient Tool Gradient tool digunakan untuk menghasilkan warna gradasi. Jangan lupa lakukan seleksi terlebih dahulu bagian mana yang akan diisi warna gradasi. Jika tidak, maka seluruh kanvas terisi dengan gradasi. Brush Tool Brush Tool digunakan sebagai kuas dalam mengambar dengan mouse. Atur besar kecilnya brush, hardness, opacity, dan flow. Bush Tool dapat juga bekerja pada mode Air Brush. Brightness/Contrast Brightness digunakan untuk mengatur kecerahan gambar.

Contrast digunakan untuk mengatur ketajaman gambar. Gunakan menu Image ->Adjustment ->Brightness/Contrast.

Level Level berfungsi mirip dengan Brightness/Contrast namun lebih fleksible karena warna dapat diatur warna gelap, warna menengah, dan warna terang. Level dapat bekerja pada selection atau seluruh kanvas. Gunakan menu Image ->Adjustment ->Level. Curves Curves bekerja seperti level, namun Anda mengatur warna RGB dalam bentuk curva.

Gunakan menu Image ->Adjustment ->Curves. Curva dapat diatur otomatis, mode RGB atau diatur sendiri-sendiri untuk tiap-tiap warna.

Color Balance Melalui menu Image ->Adjustment ->Color Balance kita dapat mengatur keseimbangan warna. Photo Filter Photo filter digunakan untuk memberikan filter pada gambar. Mirip seperti filter yang diletakkan di depan lensa kamera. Gunakan menu Image ->Adjustment ->Photofilter. Replace Color Replace Color digunakan untuk mengganti warna tertentu dalam gambar, sedangkan warna yang lain tidak ikut berubah.

Misalnya untuk mengganti warna apel dengan tanpa mengubah warna background. Gunakan menu Image ->Adjusments ->Replace Color. Hue/Saturation Hue/Saturation digunakan untuk mengganti warna pada keseluruhan gambar/seleksi. Hue adalah warna, sedangkan Saturation adalah tebal/tipisnya warna. Gunakan tool ini melalui Image ->Adjustment ->Hue/Saturation.

Perubahan warna dapat diatur pada chanel master, atau tiap-tiap warna. Match Color Match Color akan menyamakan warna gambar source kepada gambar yang akan diubah. Misalnya di sini akan diubah gambar danau3.jpg, menjadi suasana matahati terbit seperti gambar acuan. Gunakan tool ini melalui menu Image ->Adjustment ->Match Color. Horisontal Type Tool Horisontal Type Tool digunakan untuk membuat teks secar horisontal. Hasil teks dapat dipindahkan dengan Move Tool. Horisontal Type Mask Tool Horisontal Type Mask Tool digunakan untuk menyeleksi dalam bentuk teks.

Pen Tool Peen Tool digunakan untuk membuat garis lurus dan garis lengkung dalam bentuk vektor. Klik sekali untuk membuat anchor point, kemudian jika kurva telah terbentuk, drag anchor point untuk membuat direction point. Path yang dibuat oleh Pen Tool dapat diubah menjadi selection. Rectangle, Ellipse, Poligon, dan Custom Shape Tool Tool ini berguna untuk menghasilkan bentuk kotak (rectangle), ellips, poligon, dan berbagai macam bentuk lain yang telah disediakan oleh Adobne Photoshop.

Bentuk-bentuk tersebut misalnya hati, lampu, not balok, dan lain sebagainya. Memahami Layer Layer adalah lapisan tembus pandang. Bagian yang tidak bergambar pada sebuah layer bersifat transparan. Layer dapat ditumpuk dan diatur susunannya. Dengan menggunakan layer, efek-efek akan berlaku dalam layer tertentu saja, tanpa mengganggu layer yang lain.

Quick Mask Mode Quick Mask Mode digunakan untuk menyeleksi dengan menggunakan Brush Tool. Aktifkan tool ini dengan menekan tombol Q pada keyboard atau memilih tool Quick Mask Mode. Pada contoh ini, gambar beruang di seleksi dengan menggunakan Brush Tool pada mode quick mask.

Setelah gambar beruang terseleksi, kembalikan ke mode normal untuk menghasilkan seleksi gambar beruang. Layer Mask Layer Mask digunakan untuk menyembunyikan bagian tertentu pada layer. Gunakan warna hitam untuk menyembunyikan gambar dan warna putih untuk menampilkan gambar. Layer Style Layer Style merupakan teknik memberikan efek tertentu pada suatu layer.

Pilih tool Add Layer Style yang ada pada sudut kanan bawah pallete. Filter Liquify Filter Liquify dapat mengubah gambar secara langsung dengan menggunakan mouse. Misalnya memperbesar/memperkecil mata, menggeser alis, dan sebagainya. Filter ini dapat digunakan melalui menu Filter ->Liquify.

Filter Vanishing Point Filter Vanishing Point digunakan untuk meng-klone gambar dalam bentuk perspektif. Filter ini dapat digunakan melalui menu Filter ->Vanishing Point. Area sumber kloning ditentukan dengan menekan Alt + Click.

Fitur merupakan fitur baru dalam CS2. Filter Blur Filter Blur digunakan untuk mengaburkan gambar. Yang menarik dalam filter ini adalah mengaburnya gambar dapat dibuat secara radial. Gunakan filter ini melalui menu Filter ->Blur. Navigasi dalam halaman Tutorial Adobe Photoshop komplit. Your not bad, but your not good.

Seharusnya tutorial ini jangan dikasih nama tutorial komplit. Yang jadi masalah adalah dalam photoshop cs2 terdapat fiture-fiture yang tidak diketahui kebanyakan orang, salah satunya terdapat “batch” yang sebelumnya kita masukan perintah-perintah sesuai kehendak kita yang nantinya menjadi 1 program yang akan memudahkan kita dalam mengerjakan banyak photo hanya dengan 1 clik.

Semua photo teredit dengan sendirinya mohon jadikan toturial anda ini menjadi tutorial yang benar-benar komplit.

Adobe Premiere Tutorial • 1. Adobe Premiere: Intro By Samantha Harlow Media & Digital Resource Librarian High Point University • Adobe Premiere is powerful video editing software. The free video editing tools iMovie (Mac) or Movie Maker (PC) might be an easier option for your project, since it has many built in titles, music tracks, etc. Since Adobe Premiere is more professional, it is expecting you to import your own titles, music, etc into the project. The only time that Adobe Premiere is necessary over the free video editors on your computers is: • Multiple music tracks or image tracks – the timeline on Adobe Premiere is more powerful. • Fading in and out multiple audio tracks within the editing workflow. • Working with many different video, image, or music files at once.

By Samantha Harlow Media & Digital Resource Librarian High Point University • Getting Started: Pay attention to where you are saving your project. When opening up a new project, keep the General settings the same. By Samantha Harlow Media & Digital Resource Librarian High Point University Cancel out of Setting Presets • Program Monitor: this is what the viewer will see Source Monitor Audio Levels Project Pane: copies of your media and timeline By Samantha Harlow Media & Digital Resource Librarian High Point University Editing Tools Timeline/Sequence: graphical view of program from beginning to end. • Importing Files: Or you can double click on the Project Pane and a search box will automatically appear.

Or you can go to the Media Browser tab By Samantha Harlow Media & Digital Resource Librarian High Point University • Importing Files: • You can import whole folders of still and moving images. • When you import files you are directing the program to where the files live, not actually importing the files into Premiere. This means keeping your original files in the same place is important. This also means that it is harder to harm your original files. • If you organize your files before hand into separate folders (interviews, files to edit, etc) then you can upload your files within these folders and keep them organized.

By Samantha Harlow Media & Digital Resource Librarian High Point University • Editing: There are many Keyboard Shortcuts that can be used in Adobe Premiere. Please follow this link to see some of the most common shortcuts that will make your editing more efficient. _premiere_shortcuts.html By Samantha Harlow Media & Digital Resource Librarian High Point University • Editing: Click Ok to the sequence settings – you can edit the settings later if need be. Creating a sequence to start editing – the sequence is the same as the timeline. By Samantha Harlow Media & Digital Resource Librarian High Point University Premiere will correct the settings when you drag in a video clip. • Editing: Drag and drop your video files into the timeline in whatever sequence you desire to start editing.

By Samantha Harlow Media & Digital Resource Librarian High Point University • Editing: You can mark your In and Out points from the Project Panel by making the view “Icons” in the bottom left hand of the screen and then selecting the points by pressing “i” and “o”. By Samantha Harlow Media & Digital Resource Librarian High Point University • Editing: Double clicking on clip in Project Panel brings the clip to Source Panel, where you can also edit. You can also mark In and Out points in the Source Panel. By Samantha Harlow Media & Digital Resource Librarian High Point University • Editing: By clicking the small wrench on the bottom right of the source panel, you get your Source Panel preference options. If you Right Click on the Timeline in the Source Panel, you also get these options for editing.

By Samantha Harlow Media & Digital Resource Librarian High Point University • Editing: Trimming Put your cursor at the beginning or end of where you want to trim. When it becomes red, you can drag the clip to the desired trimmed spot. You can drag your clip over into the gap. Make sure they “snap” together. If it does not snap together, press “s” key. By Samantha Harlow Media & Digital Resource Librarian High Point University • Editing: Transitions Right click on where you want to add transitions – Select Apply Default Transitions.

Once you select your transition, you can drag and drop it into desired location on the timeline. By Samantha Harlow Media & Digital Resource Librarian High Point University If you want something other than Default Transition, you can go to the Effects tab in your Project box and then Video Transitions. • Editing: Titles You can upload your titles through your own personalized images, such as files made in Photoshop, PowerPoint, or Keynote. One tip is that you can make titles in Photoshop with transparent backgrounds that you can put over footage. Premiere does not come with default titles – you will always need to make your own.

Once you have the image prepared, all you have to do is drag it into a layer on your timeline. By Samantha Harlow Media & Digital Resource Librarian High Point University • Editing: Music You can drag your music from the Project folders to the Source Pane or the timeline to begin. The Source Pane will allow you to edit the music within Premiere.

By Samantha Harlow Media & Digital Resource Librarian High Point University • Editing: Music To view your waves in the timeline, take your cursor to the top of your audio file and drag it down – the blue is the waves of the video file and the green is the waves of an added music track. The two waves represent the left and right channel of the audio.

By Samantha Harlow Media & Digital Resource Librarian High Point University • Editing: Music To adjust the volume, hover your mouse in the middle of the channels and then bring the waves up or down. This way you can make voices louder, and music softer. By Samantha Harlow Media & Digital Resource Librarian High Point University • Editing: Music If you drag the Audio option on the left on the timeline out, the middle circle button is where you can add and remove Keyframe. A keyframe allows you to split the audio in order to change volumes at different spots on your music or voice tracks.

By Samantha Harlow Media & Digital Resource Librarian High Point University • Editing: Music Make sure your audio is selected and you make at least two keyframes. This way you can keep one at high volume and then bring your volume down at the split (see above). You can add more for subtly fading in or out if desired. By Samantha Harlow Media & Digital Resource Librarian High Point University • Exporting Project Make sure timeline is selected and go to File – Export – Media. By Samantha Harlow Media & Digital Resource Librarian High Point University • Exporting Project You will get this dialogue box. To select which format you want to export, to to the format tab. See image to left for all the options.

By Samantha Harlow Media & Digital Resource Librarian High Point University • Exporting Project Be sure to select the “Entire Sequence” getting exported on the bottom left. By Samantha Harlow Media & Digital Resource Librarian High Point University • Exporting Project When all of your settings are done, push the export key. Be sure to allow for plenty of time to export since you are combining many types of high quality media. ***Allow for at least as long as your video – most likely you will need longer to export than you think. By Samantha Harlow Media & Digital Resource Librarian High Point University • For more information or private tutorials at High Point University contact the Media & Digital Resource Librarian: Samantha Harlow sharlow@highpoint.edu 336-841-9462 By Samantha Harlow Media & Digital Resource Librarian High Point University • Sources: This tutorial was made from Lynda.com tutorial: Premiere Pro CC Essential Training By Abba Shapiro By Samantha Harlow Media & Digital Resource Librarian High Point University.